detikberau.com, Tanjung Redeb – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mulai memperketat pengawasan di sejumlah destinasi wisata menjelang musim libur sekolah dan Idul Adha pada bulan Juni mendatang.
Langkah ini diambil menyusul adanya insiden kecelakaan wisatawan yang tertimpa kayu gelondongan di salah satu resort pantai beberapa waktu lalu, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Samsiah, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan imbauan khusus kepada para pengelola objek wisata, terutama pemilik resort dengan pantai privat.
Ia menekankan pentingnya menambah tenaga kerja harian guna memperkuat pengawasan di lapangan.
“Kami mengimbau pemilik resort, khususnya yang punya pantai-pantai privat, untuk mengantisipasi kejadian serupa dengan menambah tenaga kerja harian. Jadi, ini sekaligus membuka lapangan pekerjaan juga untuk keluarga lokal,” ujar Samsiah.
Selain aspek keamanan, Samsiah menjelaskan bahwa penambahan personel ini difokuskan untuk posisi lifeguard atau penjaga pantai. Menurutnya, meskipun faktor alam seperti kayu hanyut sulit diprediksi, keberadaan petugas yang siaga di bibir pantai dapat meminimalisir risiko fatalitas bagi pengunjung yang sedang berenang.
Samsiah juga menyoroti pentingnya edukasi bagi orang tua agar tidak melepas pengawasan sepenuhnya kepada pengelola wisata. Saat memasuki masa peak season, kepadatan pengunjung membuat pengelola tidak bisa memantau setiap individu secara detail, sehingga sinergi antara orang tua dan petugas keamanan sangat diperlukan.
“Anak-anak harus tetap dalam pengawasan orang tua, jangan dilepas sama sekali. Walaupun nantinya ada kewajiban dari resort untuk menambah tenaga kerja sebagai lifeguard, peran orang tua tetap menjadi kunci utama keselamatan di area wisata,” tegasnya.
Terkait kesiapan SDM, Samsiah menyebutkan bahwa sebagian besar resort di wilayah pesisir seperti Maratua sebenarnya sudah memiliki tenaga kerja yang memiliki kecakapan dasar.
Para petugas yang biasanya melatih snorkeling atau menyelam telah dibekali kemampuan rescue atau metode penyelamatan melalui berbagai pelatihan yang pernah diberikan oleh dinas terkait.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan posko gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat untuk berjaga selama libur panjang. Koordinasi lintas sektor ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi puluhan ribu wisatawan yang diprediksi akan memadati 27 daya tarik wisata di Berau.
Berdasarkan data yang dipaparkan, tren kunjungan wisatawan ke Berau menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, di mana dalam kurun waktu 9 hari saja tercatat mencapai 91.921 orang.
Pesisir menjadi wilayah dengan persentase kunjungan tertinggi karena aksesnya yang semakin mudah dan harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat luas.
“Alhamdulillah, kunjungan tahun ini sangat membeludak. Apalagi sekarang akses menuju Berau semakin terbuka dengan adanya Jembatan Nibung yang bisa memotong waktu perjalanan hingga 4 jam. Kami berterima kasih kepada media dan influencer yang terus mempromosikan ‘hidden gem’ kita hingga viral,” pungkas Samsiah. (*tim/ADV)
