detikberau.com, Tanjung Redeb – Ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan masih sangat tinggi.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengungkapkan bahwa saat ini sektor pertambangan, khususnya dari perusahaan besar masih menjadi tulang punggung utama yang mendongkrak perekonomian daerah di tengah belum maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Meskipun sektor pertambangan sangat krusial, kata dia pemerintah daerah tidak boleh terlena dan harus mulai serius melirik potensi lain.
Menurutnya, ada tiga sektor utama yang memiliki peluang besar untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
“Sebenarnya ada tiga unsur yang bisa meningkatkan PAD, salah satunya pariwisata, pertanian, dengan perikanan,” ujar Sutami.
Melirik potensi itu, dirinya memiliki visi besar agar Berau mampu mencatatkan PAD hingga mencapai angka di atas Rp1 triliun.
Fondasi itu dengan tujuan agar Berau tidak lagi bergantung sepenuhnya pada naik-turunnya harga mengenai kebijakan pusat terkait sumber daya alam tambang.
“Kita tetap mensyukuri keberadaan sektor tambang yang selama ini konsisten menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat Bumi Batiwakkal, tapi ketiga sektor tadi kita inginkan juga tidak kalah, menjadi penghasil PAD yang sama seperti batu bara nantinya,” tandasnya. (inm/*tim/ADV)
