detikberau.com, Tanjung Redeb – Kian ramainya jalur transportasi laut yang digunakan masyarakat menuju Berau, menjadi perhatian serius pihak legislatif, Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah menekankan, agar standar keamanan dan keselamatan perlu mendapat penanganan serius, Jumat (13/3/2026).
Catatan tersebut menurutnya penting dilaksanakan, agar kesan wisatawan yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal mendapat pengalaman yang baik. Sehingga pintu masuk melalui jalur air perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait.
Dari hematnya, pengelolaan transportasi laut saat ini masih menyisakan persoalan yang belum tertangani secara tuntas. Seperti halnya, perlindungan jaminan sosial bagi penumpang speedboat yang menuju destinasi unggulan, seperti rute dari Tanjung Batu menuju Pulau Derawan dan Maratua.
“Persoalan mendasar terletak pada mekanisme asuransi bagi wisatawan yang hingga kini belum tersedia,” katanya.
Itu lantaran, pola pembayaran selama ini masih bersifat manual yakni dari penumpang ke pemilik armada, sementara penyediaan tiket resmi atau dokumen perjalanan sah belum tersedia sebagai dasar jaminan perlindungan bagi konsumen.
Perhitungan jaminan asuransi tersebut, kata dia untuk antisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Dengan maksud, masyarakat bisa terjamin keselamatannya, untuk sekadar biaya berobat maupun penanganan medis yang telah ditanggung separuh.
“Kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, ini yang belum pernah diperhitungkan secara matang. Apakah penumpang sudah masuk asuransi? Saya kira belum, karena tidak ada tiket, tidak ada sistem yang mengatur,” ujar Agus.
Ia menyinggung berbagai insiden kecelakaan laut yang pernah terjadi di masa lalu, mulai dari armada yang terbalik hingga benturan dengan batang kayu di perairan.
Agus menyayangkan belum adanya regulasi yang cukup kuat dan sistematis untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut di masa depan. Menurutnya, rasa aman adalah fondasi utama dalam industri pariwisata.
“Keselamatan ini tidak boleh dianggap sepele. Wisata itu bukan hanya soal indah, tapi juga soal aman,” tegasnya. (*tim/ADV)
