detikberau.com, Tanjung Redeb – Dinas Pangan Kabupaten Berau menegaskan komitmennya dalam mengawal keamanan pangan, khususnya terkait bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan secara serentak di sekolah-sekolah mulai akhir Maret ini.
Meskipun pengelolaan utama program MBG berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional, Dinas Pangan tetap mengambil peran strategis melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan SPPG. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa alur distribusi dan kualitas bahan pangan tetap terjaga hingga ke tangan siswa.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rahmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa secara kelembagaan, Badan Gizi Nasional tidak memiliki struktur turunan langsung di tingkat kabupaten.
“Badan Gizi Nasional itu secara kelembagaan dia tidak punya turunan di Kabupaten. Dia itu ada istilahnya Koordinator Wilayah,” ujar Rahmadi.
Ia menambahkan bahwa koordinasi teknis di lapangan dilakukan melalui Koordinator Wilayah (Korwil) yang dijabat oleh Ibu Rani. Dinas Pangan sendiri terlibat aktif karena adanya mandat dalam Satgas Percepatan untuk mendukung kelancaran program nasional tersebut.
Terkait jadwal pelaksanaan, Rahmadi menyebutkan bahwa program ini akan kembali berjalan normal setelah masa libur lebaran dan sekolah usai.
“Setahu saya memang untuk secara serentak akan dilaksanakan mulai 31 Maret. Pas sudah mulai aktif-aktifnya sekolah,” ungkapnya.
Dalam hal pengawasan kualitas, Dinas Pangan
memfokuskan pemantauan pada sektor pangan segar yang belum melalui proses olahan. Pengawasan ini menjadi krusial mengingat sebagian besar bahan baku MBG dipasok dari produsen lokal di wilayah Berau.
Rahmadi menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pengecekan di lapangan untuk meminimalisir risiko kontaminasi pada bahan makanan.
“Untuk bahannya kita sebatas kalau kewenangan kita di pangan segarnya. Jadi pangan segar, pangan yang belum diolah,” jelas Rahmadi.
Metode pengawasan yang dilakukan oleh tim Dinas Pangan adalah dengan sistem uji petik secara berkala. Petugas akan mengambil sampel secara acak untuk kemudian diuji secara cepat di tempat guna melihat kandungan zat di dalamnya.
“Itu pun kami cuma tidak setiap saat, artinya uji petik saja. Uji petik kita lakukan rapid test untuk melihat bagaimana kondisinya,” tambah Rahmadi.
Berdasarkan hasil pemantauan sejauh ini, Rahmadi meyakinkan masyarakat bahwa kualitas bahan pangan di Kabupaten Berau berada dalam kategori yang sangat aman. Pengecekan tidak hanya dilakukan pada SPPG, tetapi juga menyisir pasar-pasar tradisional dan warung lokal.
“Selama ini memang bahan-bahan di Berau cukup dari segi keamanan pangan ini cukup aman. Kita sudah berulang-ulang, baik di SPPG-nya maupun di pasar, maupun di warung-warung, kita sudah lakukan pengecekan,” tegasnya.
Terakhir, Rahmadi menjelaskan bahwa untuk makanan yang sudah berbentuk olahan, pengawasan akan bersinergi dengan instansi kesehatan terkait.
“Untuk yang diolah, setelah diolah, itu juga Dinas Kesehatan sering melakukan pengecekannya juga untuk makanannya,” tutupnya. (inm)
